Proses Belajar



Perjalanan hidup manusia dari lahir sampai mati pada dasarnya merupakan proses belajar. Ketika masih bayi (kecil), manusia sudah mulai belajar. Belajar mendengarkan orang - orang di sekitar dan disekelilingnya mengucapkan kata - kata, kemudian belajar mengucapkannya. Pada awalnya bayi masih pelo atau belum fasih mengucapkan kata-kata yang didengar. Namun hal itu terus menerus diucapkan tiada henti, dan akhirnya menjadi fasih. Setelah usia beberapa bulan, mulai belajar berjalan. Kesimpulannya adalah masih terus belajar dan belajar apa saja. Dalam hal ini ada beberapa tahapan belajar seperti dalam notes that I took from MTA 234


Dalam belajar melalui beberapa proses :
Proses mengamati
Proses menanya
Proses menalar
Proses mencoba dan mengasosiasikan


Mengamati
Mengamati, dapat diungkapkan dengan kata memperhatikan. Dalam mengamati atau memperhatikan, manusia menggunakan alat indera yang namanya mata (penglihatan). Menurut DR. Venon V Magnesen, manusia memperoleh ilmu, 30% di antaranya  melalui indera pengelihatan yaitu dengan melihat.

Allah memerintahkan untuk memperhatikan. Memperhatikan sutu peristiwa. Dalam hal ini dapat berupa peristiwa langsung atau memperhatikan peristiwa melalui membaca literature. Pada umumnya, manusia lebih terkesan dan lebih mudah memahami dengan melihat langsung daripada mendengarkan penjelasan. Anak akan lebih mudah paham melihat praktek dari pada penjelasan verbal (lesan). Karena sebagaimana pendapat DR Venon, manusia mendapat ilmu melalui pendengaran hanya 20%. Maka mendidik manusia dengan perintah memperhatikan untuk mendapatkan pelajaran adalah penting. Karena dari pengamatan itu akan diperoleh pelajaran berharga.

menanya dan Menalar
Pertanyaan merupakan indikasi sikap kritis dan muncul dari proses mendengarkan atau berfkir. Artinya setelah seseorang mendengarkan, maka kemungkinan akan muncul pertanyaan. Atau, walau sebelumnya tidak mendengarkan, seseorang tergerak untuk bertanya setelah berfikir. Allah memberi  petunjuk kepada kita untuk bertanya kepada orang yang mempunyai pengetahuan. Bertanya kepada ahlinya atau pakarnya. Pertanyaan akan melahirkan ilmu-ilmu baru. Pertanyaan yang belum dapat dijawab, akan mendorong seseorang (yang ditanya) untuk mencari tahu. Antara lain dengan bertanya kepada orang yang lebih ahli. Karenanya pertanyaan memicu dan memacu lahirnya ilmu-ilmu baru dan mendorong seseorang untuk terus belajar agar lebih tahu.

Mencoba
Mencoba maksudnya adalah mengerjakan atau mempraktekkan. Contohnya seperti diketahui agama Islam adalah ilmu yang harus dipraktekkan (applied science), bukan sekedar theory (pure science). Dengan praktek, maka ilmu itu betul-betul melekat dan menjiwai. Makin banyak praktek, makin trampil, makin menguasai ilmu. Dalam kaitannya dengan agama Islam, dengan praktek atau menjalankan syari’at agama, yakni mengerjakan  perintah serta meninggalkan larangan Allah dan Rosul-NYA, akan menjadi pribadi-pribadi yang shalih dan agamis.

Mengasosiasikan
Membuat jejaring atau mengasosiasikan maksudnya menyampaikan ilmu yang kita ketahui dan yang dimiliki kepada orang lain. Dalam kontek ini, maksudnya adalah berda’wah, menyebarluaskan ilmu.
Allah berfirman :
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasiq”. (QS Ali Imron 110)
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri”. (QS.Fushilat 33).
Share: